Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Ramai Isu Amplop Kondangan Bakal Dipajaki Pemerintah, Anggota DPR RI Meradang, Begini Katanya

Ramai Isu Amplop Kondangan
Skintific

1: Ramai Isu Pajak Amplop Kondangan, Anggota DPR RI Bereaksi Keras

Gunung Sitoli News Ramai Isu Amplop Kondangan Isu tentang rencana pemerintah yang disebut-sebut akan mengenakan pajak terhadap uang amplop kondangan tengah menjadi sorotan publik. Di tengah ramainya perbincangan tersebut, sejumlah anggota DPR RI menunjukkan penolakan keras dan menyebut wacana itu “tidak masuk akal”.

Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Priyatna, menegaskan bahwa jika wacana ini benar, maka itu merupakan bentuk ketidapekaaan terhadap kultur dan kondisi masyarakat.
“Pajak boleh progresif, tapi jangan sampai menyentuh ranah tradisi dan sosial seperti amplop kondangan. Ini mengada-ada dan bisa memicu keresahan,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Kamis (24/7).

Skintific

Hingga saat ini, Direktorat Jenderal Pajak belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun publik menanti klarifikasi tegas dari pemerintah soal isu yang menimbulkan kegelisahan ini.


2: Pajaki Amplop Kondangan? Bukankah Itu Tradisi, Bukan Transaksi?

Oleh: Lailatul Muna – Pengamat Kebijakan Publik

Jika benar ada wacana pajak atas amplop kondangan, maka kita sedang menghadapi krisis akal sehat dalam penarikan pajak. Tradisi memberi amplop di acara pernikahan atau hajatan adalah bagian dari budaya gotong royong, bukan bentuk pemasukan pribadi layaknya penghasilan rutin.

Ketika negara mencoba memungut pajak dari pemberian sosial, kita perlu bertanya: Di mana batas negara dan ruang pribadi masyarakat?
Pemerintah seharusnya memperkuat basis pajak melalui digitalisasi ekonomi besar, bukan mengejar sisa-sisa uang rakyat dari perayaan keluarga.

Anggota DPR Merasa Difitnah soal Terima Amplop di Rapat Pertamina: Itu SPPD!


Baca Juga: UTU Gelar Pelatihan Budidaya Ikan di Desa Wisata Lhok Seumot Nagan Raya

3: Baru Nikah Sudah Kena Pajak?” – Warga Resah, Tradisi Amplop Dipersoalkan

Di sebuah desa di Jawa Tengah, rencana hajatan pernikahan mulai terasa berbeda. Warga bertanya-tanya: “Apa bener amplop bakal kena pajak?”

Siti (47), seorang ibu rumah tangga, menanggapi dengan heran. “Kami ngasih amplop buat bantu saudara, bukan buat bisnis. Masa mau dipajaki juga?”

Isu ini telah menciptakan kecemasan di berbagai lapisan masyarakat. Banyak yang khawatir pesta pernikahan tak lagi jadi momen bahagia, tapi malah jadi beban tambahan. Sejumlah tokoh adat pun ikut bersuara, menyebut rencana itu berpotensi merusak nilai kebersamaan yang melekat dalam tradisi gotong royong.


4: Ramai Isu Amplop Kondangan  Benarkah Amplop Kondangan Akan Kena Pajak? Ini Penjelasan Logisnya

Ramai isu bahwa uang amplop kondangan akan dikenai pajak. Tapi, apakah benar seperti itu?

Sampai saat ini, belum ada kebijakan resmi dari Direktorat Jenderal Pajak yang menyebut amplop kondangan sebagai objek pajak. Namun, isu ini tetap menarik perhatian publik dan anggota dewan, hingga perlu diluruskan dengan data dan komunikasi publik yang lebih baik dari otoritas pajak.


5: Amplop Kondangan Mau Dipajaki? Nikah Makin Mahal, Tamu Jadi Bingung

Anggota DPR langsung gercep. “Ini konyol,” kata salah satu dari mereka. Bahkan ada yang bilang, “Kalau ini bener, kita siap turun ke jalan!”

Warga juga ikut bingung. Tamu takut kasih amplop kecil, takut rugi. Yang punya hajat takut bikin resepsi, takut kena audit. Negara kok makin nyari celah, sih?  Tapi yang jelas, ini isu yang ngena banget ke urat budaya kita.

Skintific