Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Marapi Kembali Erupsi Warga Diminta Jauhi Radius 3 Km

Skintific

Marapi Kembali Erupsi Warga Diimbau Tidak Mendekat Radius 3 Kilometer

Gunung Sitoli News – Marapi Kembali Erupsi yang terletak di wilayah Sumatera Barat kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan. Pada Selasa pagi (8 Oktober 2025), gunung setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut itu mengalami erupsi, menyemburkan abu vulkanik ke udara setinggi lebih dari 1.000 meter dari puncak kawah.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mencatat peningkatan aktivitas sejak beberapa hari terakhir, dan kini menetapkan status Level II (Waspada). Warga sekitar dan para pendaki diminta tidak memasuki kawasan dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Skintific

Letusan Kecil, Tapi Masih Berpotensi Berbahaya

Meskipun skala letusan tergolong kecil hingga sedang, PVMBG memperingatkan bahwa aktivitas vulkanik Marapi bersifat fluktuatif dan bisa meningkat sewaktu-waktu tanpa tanda-tanda signifikan.

“Gunung Marapi termasuk tipe gunung api yang letusannya sering mendadak. Oleh karena itu, meski tidak terlihat letusan besar, masyarakat tetap harus waspada,” ujar petugas pos pengamatan Gunung Api Marapi di Bukittinggi.

Letusan kali ini menyemburkan kolom abu berwarna kelabu hingga gelap, dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur laut. Beberapa wilayah sekitar dilaporkan mengalami hujan abu tipis, terutama di area Nagari Batu Palano dan sekitarnya.Gunung Marapi di Sumbar Kembali Erupsi, Asap Membubung Tinggi

Baca Juga: Presiden Ekuador Selamat Saat Iring-iringan Mobilnya Dihujani Batu dan Tembakan

Warga dan Pendaki Diminta Patuhi Larangan

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat bersama aparat TNI/Polri telah melakukan sosialisasi dan patroli untuk memastikan tidak ada aktivitas pendakian atau warga yang mendekat ke zona berbahaya.

“Pendakian ke puncak Marapi untuk sementara ditutup sampai ada pengumuman lebih lanjut. Kami minta masyarakat tidak nekat naik atau beraktivitas di radius rawan,” tegas Kepala BPBD Sumbar.

Peringatan ini penting, mengingat Gunung Marapi adalah salah satu gunung favorit pendaki di Pulau Sumatera. Selain memiliki jalur yang menantang, panorama alamnya menjadi daya tarik tersendiri. Namun, keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama.

Marapi Kembali Erupsi Dampak dan Antisipasi

Sejauh ini, belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan akibat erupsi. Namun warga di sekitar lereng diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik.

Dinas Kesehatan setempat juga mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi penyakit ISPA, terutama anak-anak dan lansia yang rentan.

Pihak berwenang juga terus memantau kemungkinan bahaya lanjutan seperti luncuran lava pijar atau aliran awan panas, meskipun belum terdeteksi secara visual pada erupsi kali ini.

Penutup: Waspada Tanpa Panik

Gunung Marapi memang dikenal sebagai gunung api aktif yang cukup sering meletus. Oleh karena itu, warga di sekitar wilayah rawan bencana diingatkan untuk tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan tidak mudah percaya informasi yang tidak resmi.

Pemerintah daerah bersama PVMBG akan terus melakukan pemantauan dan memberikan pembaruan informasi secara berkala.

Skintific