Gunung Sitoli Aliran Lava Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kini sedang menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas vulkaniknya. Seiring dengan aliran lava yang semakin meluas, masyarakat di sekitar daerah tersebut diminta untuk selalu waspada dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang. Dalam beberapa pekan terakhir, aktivitas erupsi gunung ini memang telah memicu perhatian banyak pihak, mengingat dampaknya yang dapat mempengaruhi keselamatan warga dan lingkungan sekitar.
Aliran lava yang teramati mengalir ke sektor selatan sejauh 700 meter dari bibir kawah, sementara aliran ke sektor tenggara bahkan tercatat mencapai jarak lebih jauh, yakni 1.200 meter. Hal ini menunjukkan potensi bahaya yang semakin besar, terutama terhadap desa-desa yang berada di sekitar radius gunung.
Bahaya Guguran Lava dan Ancaman Letusan
Yeremias Kristianto Pugel, petugas PGA Ile Lewotolok, mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 2,5 kilometer dari bibir kawah. Dua desa yang terdampak oleh potensi bahaya ini adalah Desa Jontona dan Desa Todanara.
“Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, dan terangkat hingga 50 hingga 300 meter di atas puncak kawah. Fenomena ini menunjukkan bahwa erupsi kali ini tidak hanya mengeluarkan lava, tetapi juga menghasilkan abu vulkanik yang dapat mengganggu kualitas udara dan kesehatan masyarakat di sekitar gunung.

Baca Juga: Diterjang Angin Puting Beliung, Plafon Rumah Warga di Depok Ambruk
Catatan Gempa dan Kegempaan
Tingkat kegempaan yang cukup tinggi ini mengindikasikan bahwa potensi erupsi lebih besar mungkin terjadi dalam waktu dekat. Oleh karena itu, pihak berwenang telah menempatkan status Gunung Ile Lewotolok pada level II, yang berarti berada dalam status “Waspada”
Dampak terhadap Kehidupan Warga
Peningkatan aktivitas vulkanik ini mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat di sekitar gunung.
Pemerintah setempat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyediakan sejumlah langkah antisipasi untuk membantu warga yang terdampak. Salah satunya adalah dengan membuka posko pengungsian dan menyediakan masker untuk melindungi warga dari dampak abu vulkanik.
