Jember Peringati HUT ke-97 Tanpa Pesta Rakyat, Bentuk Empati untuk Bencana Sumatera
Gunung Sitoli News — Jember Peringati HUT Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-97 Kabupaten Jember, yang jatuh pada 1 Januari 2026, pemerintah setempat memilih untuk menggelar acara yang lebih sederhana dibandingkan dengan perayaan tahun-tahun sebelumnya. Peringatan tahun ini tidak diwarnai dengan pesta rakyat, karnaval, atau acara hiburan besar, melainkan lebih difokuskan pada bentuk empati dan solidaritas terhadap korban bencana alam yang terjadi di Sumatera.
Bencana seperti banjir, longsor, dan gempa bumi telah mengakibatkan kerusakan besar dan banyaknya korban jiwa serta luka-luka.
Acara Sederhana dengan Fokus Sosial
“Di tengah kegembiraan merayakan ulang tahun Jember, kami merasa sangat penting untuk menyampaikan rasa empati kepada saudara-saudara kita yang sedang berada dalam kesulitan di Sumatera. Kami menunda pesta rakyat tahun ini dan memilih untuk memberikan kontribusi nyata bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Bupati Hendy Siswanto dalam sambutannya.
Baca Juga: Kejagung Siap Laksanakan KUHP-KUHAP Baru yang Berlaku Mulai Hari Ini
Solidaritas dan Kepedulian Sosial
Selain mengirimkan bantuan material, pemerintah Jember juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat dalam aksi solidaritas sosial. Warga Jember diajak untuk mengirimkan doa dan dukungan moral kepada para korban, serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial “Kami ingin menjadikan momen HUT ini sebagai ajang untuk berbagi dan peduli, tidak hanya untuk kota kita, tetapi juga untuk mereka yang sedang membutuhkan uluran tangan. Semoga kegiatan ini bisa meringankan beban para korban bencana di Sumatera,” tambah Bupati Hendy.
Bencana di Sumatera Menjadi Fokus Utama
Bencana alam yang terjadi di berbagai daerah Sumatera pada bulan Desember 2025 menjadi perhatian serius baik bagi pemerintah daerah maupun masyarakat. Banjir bandang di Aceh, longsor di Sumatera Barat, dan gempa bumi di Padang telah menyebabkan kerusakan yang sangat besar, menghancurkan rumah, infrastruktur, serta merenggut nyawa. Tak sedikit warga yang kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Pemerintah Jember, melalui Bupati Hendy, merasa bahwa inilah saat yang tepat untuk memberikan dukungan moral dan material kepada korban bencana. “Jember mungkin tidak mengalami bencana besar seperti yang terjadi di Sumatera, namun kami merasa tergerak untuk berbagi dengan mereka yang sedang berduka dan membutuhkan bantuan. Ini adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan solidaritas kita,” ujar Bupati Hendy lebih lanjut.
Kehadiran Relawan dari Jember
“Kami berharap dengan adanya relawan dari Jember, dapat mempercepat proses pemulihan di Sumatera dan memberikan harapan baru bagi para korban. Keberangkatan mereka adalah bagian dari upaya kami untuk membantu sesama, meskipun hanya dengan langkah kecil, namun dengan harapan besar,” ungkap Sekretaris Daerah Jember, Budi Santoso, yang turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut.
Jember Peringati HUT Pesan Kebersamaan dan Keberagaman
Perayaan HUT ke-97 Jember yang mengutamakan nilai kepedulian sosial ini juga mengandung pesan yang lebih dalam tentang pentingnya kebersamaan dan kerukunan antarwarga
“Semoga perayaan tahun ini menjadi contoh bagi kita semua untuk senantiasa mengedepankan empati, membantu sesama, dan saling peduli. Kita semua adalah bagian dari Indonesia, dan setiap bencana yang menimpa saudara-saudara kita adalah duka bersama,” ujar Bupati Hendy mengakhiri sambutannya.
Tantangan yang Masih Terhadap Pemulihan
Jember akan terus melanjutkan kerjasama dengan pemerintah pusat dan lembaga sosial lainnya untuk membantu pemulihan jangka panjang bagi para korban bencana di Sumatera.
Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya pendidikan kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat, agar kejadian serupa tidak menyebabkan kerugian yang lebih besar di masa depan.
Kesimpulan
Di tengah kebahagiaan merayakan hari jadi kota, masyarakat Jember mengingatkan kita semua untuk selalu peduli terhadap mereka yang sedang mengalami kesulitan, serta menjadi bagian dari pemulihan dan bantuan untuk sesama.
Dengan perayaan yang sederhana namun penuh makna ini, Jember menunjukkan bahwa kepedulian sosial dan semangat berbagi lebih penting daripada sekadar perayaan yang meriah. Semoga langkah ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk lebih memperhatikan aspek solidaritas dan kepedulian terhadap bencana di seluruh Indonesia.






