Kapolri Cicipi Makanan di Dapur Umum, Pastikan Gizi Pengungsi Tetap Terjaga
Gunung Sitoli News — Kapolri Cicipi Makanan Di tengah upaya penanganan korban bencana yang kini berada di sejumlah lokasi pengungsian, Kapolri melakukan kunjungan langsung ke dapur umum untuk memastikan kebutuhan gizi para pengungsi terpenuhi. Dalam kesempatan tersebut, Kapolri bahkan mencicipi hidangan yang disiapkan untuk masyarakat, sebagai bentuk komitmen bahwa makanan yang diberikan harus layak, sehat, dan memenuhi standar nutrisi.
Kunjungan ini dilakukan di salah satu posko pengungsian terbesar yang menampung ratusan warga terdampak. Suasana dapur umum tampak sibuk dengan aroma masakan yang memenuhi area, namun tetap tersusun rapi berkat koordinasi petugas kepolisian, relawan, dan masyarakat setempat.
Mencicipi Menu yang Sama dengan Pengungsi
Dalam kunjungannya, Kapolri tidak sekadar melihat aktivitas dapur umum, tetapi juga langsung meminta seporsi makanan yang telah disiapkan untuk para pengungsi. Menu yang disajikan hari itu berupa nasi, sayur sop, tempe goreng, dan lauk tambahan kaya protein.
Setelah mencicipi, Kapolri menyampaikan bahwa kualitas makanan harus menjadi perhatian utama, terutama karena sebagian besar pengungsi terdiri dari anak-anak, lansia, dan perempuan.
“Saya memastikan langsung bahwa makanan yang diberikan cukup gizi. Pengungsi tidak boleh diberi makanan seadanya, apalagi dalam situasi mereka yang sedang rentan,” ujarnya.
Baca Juga: 2 Tersangka Pembunuhan Siswa SMP di Deli Serdang Dilepas LPA Prihatin Keluarga Korban Kecewa
Gizi Seimbang untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh
Tim kesehatan Polri turut mendampingi Kapolri dalam memastikan komposisi gizi pada setiap menu yang disajikan. Mereka menegaskan bahwa kebutuhan nutrisi yang baik sangat penting, terutama untuk mencegah penyakit yang rentan muncul di lokasi pengungsian seperti diare, flu, atau infeksi kulit.
Dapur umum telah menerapkan pola menu harian yang mencakup karbohidrat, protein hewani maupun nabati, serta sayuran sebagai sumber vitamin.
“Kami ingin para pengungsi tetap sehat. Pola makan mereka tidak boleh sembarangan,” tegas petugas kesehatan.
Apresiasi untuk Petugas dan Relawan
Kapolri juga memberikan apresiasi kepada para personel kepolisian dan relawan yang tanpa henti bekerja menyiapkan ratusan porsi makanan setiap harinya. Mereka bekerja sejak dini hari agar sarapan, makan siang, dan makan malam dapat dibagikan tepat waktu.
“Kerja mereka luar biasa. Dapur umum ini berjalan tidak hanya karena peralatan, tetapi karena dedikasi orang-orang baik yang membantu,” ujar Kapolri sambil menyapa para relawan.
Kapolri Cicipi Makanan Pengungsi Merasa Diperhatikan
Sikap Kapolri yang turun langsung mencicipi makanan membuat para pengungsi merasa lebih dihargai dan diperhatikan. Banyak warga mengaku lebih tenang karena tahu bahwa kualitas makanan mereka dipantau langsung oleh pemimpin kepolisian tertinggi.
“Senang rasanya melihat Kapolri turun langsung. Kami merasa diperhatikan,” ungkap seorang pengungsi yang hadir saat kunjungan.
Komitmen Polri: Tidak Boleh Ada Pengungsi Kelaparan
Kapolri menegaskan bahwa Polri akan terus memastikan stok bahan makanan aman dan distribusi berjalan lancar. Personel kepolisian juga disiagakan untuk memastikan dapur umum beroperasi tanpa hambatan.






