Turis China Tewas China Ditemukan Tewas di Bali, Diduga Keracunan di Hostel Murah Kawasan Canggu
Gunung Sitoli News – Turis China Tewas Kawasan wisata Canggu kembali menjadi sorotan setelah seorang turis asal China, berinisial LZ (29), ditemukan meninggal dunia di sebuah hostel murah pada Rabu dini hari. Peristiwa ini sontak mengundang perhatian wisatawan dan warga sekitar karena diduga berkaitan dengan keracunan makanan atau minuman yang ia konsumsi beberapa jam sebelum kejadian.
Hostel tempat korban menginap berada di area padat backpacker dan dikenal menyediakan kamar berbiaya rendah yang diminati wisatawan mancanegara.
Kronologi Penemuan Korban
Menurut keterangan staf hostel, korban sebelumnya terlihat sehat dan baru saja kembali dari aktivitas santai di pantai Batu Bolong.
Sekitar pukul 03.00 WITA, tamu lain melaporkan suara grogi serta batuk keras dari kamar korban. Ketika staf mengetuk pintu dan tidak ada respons, mereka membuka kamar menggunakan kunci cadangan.
Di dalam kamar, korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Petugas medis yang datang beberapa menit kemudian menyatakan korban telah meninggal.
Baca Juga: Tim Robotik SMA Islam Plus Adzkia Medan Raih Juara 1 North Sumatera Innovation Day 2025
Dugaan Awal: Keracunan
Polisi Sektor Kuta Utara segera melakukan olah tempat kejadian. Menurut keterangan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Beberapa barang yang disita untuk penyelidikan:
botol air minum yang sudah terbuka,
makanan kemasan yang dibeli di minimarket,
sisa minuman dari bar lokal,
obat-obatan pribadi milik korban.
Seorang saksi mengaku melihat korban memesan minuman dari pedagang kaki lima tidak jauh dari hostel beberapa jam sebelum kejadian.
Dia membeli jus dari gerobak dekat jalan shortcut. Setelah itu saya tidak melihat dia lagi,” ujar saksi tersebut.
Polisi belum menyimpulkan penyebab pasti, namun keracunan makanan/minuman menjadi dugaan awal.
Pihak Kepolisian: Masih Dalam Penyelidikan
Kapolsek Kuta Utara menyampaikan bahwa jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Sanglah untuk autopsi.
Kami belum bisa memastikan penyebab kematian sebelum hasil autopsi keluar. Semua kemungkinan masih terbuka, termasuk keracunan, alergi obat, atau kondisi medis tertentu,” ujarnya.
Polisi juga sedang memeriksa rekaman CCTV hostel serta memintai keterangan dari sejumlah tamu dan staf.
Respons Pihak Hostel
Manajemen hostel menyatakan duka mendalam atas insiden ini dan siap membantu penyelidikan.
Korban menginap selama dua malam. Tidak ada keluhan sama sekali sebelumnya,” kata manajer hostel.
Hostel juga memperketat pemeriksaan keamanan makanan dan minuman yang dibawa tamu dari luar untuk mencegah kasus serupa.
Turis China Tewas Kecemasan di Kalangan Wisatawan
Insiden ini membuat sejumlah wisatawan yang menetap di sekitar Canggu merasa waspada. Banyak yang mulai berhati-hati dengan:
makanan dari pedagang jalanan,
minuman kemasan yang tidak jelas asalnya,
dan keamanan hostel murah yang fasilitasnya terbatas.
Canggu, yang dikenal sebagai surga wisata murah, kini kembali menghadapi sorotan tentang pengawasan kesehatan dan kebersihan.
Turis China Tewas Konsulat China Turut Terlibat
Perwakilan Konsulat China di Denpasar memberikan pendampingan dan koordinasi dengan keluarga korban di negaranya.
Konsulat meminta penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan transparan, serta mengimbau wisatawan China lain di Bali untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan dan minuman.
Pentingnya Pengawasan Kualitas Konsumsi di Area Wisata
Kasus ini menjadi pengingat bagi wisatawan—baik domestik maupun mancanegara—bahwa:
kebersihan makanan jalanan perlu diperhatikan,
minuman dari sumber tidak jelas bisa berbahaya,
fasilitas hostel murah tidak selalu memiliki pengawasan kesehatan yang memadai.
Pemerintah daerah disebut-sebut akan meningkatkan inspeksi pada pedagang makanan di area wisata untuk mencegah kejadian serupa.
Penutup
Kematian tragis seorang turis asal China di Canggu menjadi alarm bagi semua pihak: wisatawan, pengelola hostel, pedagang makanan, dan pemerintah. Sebelum hasil autopsi keluar, dugaan keracunan masih menjadi fokus penyelidikan.






