Biang Kerok Banjir di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan: Tanggul Jebol & Luapan Kali Krukut
Gunung Sitoli News – Biang Kerok Banjir hujan deras mengguyur wilayah Jakarta Selatan—termasuk daerah Kemang dan Jati Padang—yang menyebabkan kenaikan drastis muka air di sungai dan kali lokal.
Di kawasan utama, yaitu Jalan Raya Kemang, genangan air tercatat setinggi sekitar 1 meter dan bahkan membuat akses jalan lumpuh sekitar satu kilometer.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan (SDA Jaksel) mengerahkan setidaknya tujuh unit pompa dengan kapasitas antara 400–1.000 liter per detik untuk mengerahkan pengurasan air di lokasi terdampak.
Penyebab Utama: Tanggul Jebol & Luapan Kali Krukut
Pemerintah menyebut dua faktor utama sebagai penyebab langsung terjadinya banjir di Kemang:
Terdapat retakan dan kebocoran pada tanggul milik kawasan Kemang Village yang berada di tepian Kali Krukut. Kebocoran ini memungkinkan aliran air dari kali meluap ke permukiman dan jalanan.
Tanggul retak itu terjadi di saat muka air Kali Krukut sudah naik signifikan, sehingga sungai tidak mampu menahan aliran tambahan dan overflow pun terjadi. Gubernur DKI, Pramono Anung Wibowo, menegaskan bahwa satu dari penyebab adalah kondisi tanggul yang rusak.
Baca Juga: Mayat Bergelimpangan di Jalanan Rio de Janeiro, Imbas Penggerebekan Narkoba Brasil
Dampak yang Dirasakan Warga & Pengguna Jalan
Jalan Raya Kemang sepanjang sekitar satu kilometer tertutup air, setelah dua titik tanggul jebol dan air meluas ke jalanan.
Warga di RT/RW terdampak mengeluhkan lambatnya surut genangan karena kapasitas pompa terbatas dan aliran air yang terus masuk dari kali.
Kenapa Masalah Ini Terulang?
Beberapa faktor struktural dan non‐struktural yang memperparah kondisi di Kemang:
Infrastruktur penahan dan saluran air tidak optimal: Tanggul yang retak menandakan perawatan atau konstruksi belum memadai untuk menghadapi curah hujan ekstrem atau lonjakan muka air kali.
Peningkatan debit air dari hulu belum sepenuhnya tertangani: Warga dan tokoh setempat menyebut bahwa aliran air kiriman dari hulu kali mempercepat kenaikan muka air tanpa ada penampungan atau pelambat yang cukup.
Kurangnya mitigasi jangka panjang: Meski banjir sebelumnya juga melanda lokasi ini, tindakan permanen seperti normalisasi sungai, pelebaran saluran, dan penguatan tanggul belum sepenuhnya tuntas. Gubernur menyebut hal tersebut sebagai pekerjaan dari hulu ke hilir.
Apa yang Dilakukan Pemerintah Saat Ini?
Pemerintah DKI telah memerintahkan perbaikan tanggul yang jebol, khususnya bagian tanggul milik Kemang Village yang terindikasi rusak.
Catatan dan Saran Untuk Warga & Pemerintah
Pemerintah perlu mempercepat pelaksanaan normalisasi sungai, memperlebar saluran debit dan memastikan tanggul‐tanggul kritis dalam kondisi baik dan ter‐maintenance.






