1. Strategi Ojol Bertahan Kenapa Orderan Bisa Sepi?
Gunung Sitoli News Strategi Ojol Bertahan Cuti bersama sering kali membuat aktivitas masyarakat menurun dan pusat-pusat keramaian kosong — yang berarti potensi order ojol ikut menurun. Ditambah lagi, pasokan driver ojol terus meningkat tanpa ada kuota, sehingga setiap driver hanya berpeluang mendapatkan bagian order yang lebih sedikit Jadi, penawaran tinggi dan permintaan rendah menciptakan tekanan nyata bagi pengemudi untuk mencari strategi bertahan.
2. Pindah ke Lokasi Sibuk dan Atur Waktu dengan Cermat
Cari titik strategis: Ketika pusat keramaian tutup, driver bisa berpindah ke area yang tetap ramai, seperti sekitar terminal, stasiun, atau kawasan kuliner yang buka layanan. Pemanfaatan data lokasi ramai dari aplikasi juga sangat membantu
Sesuaikan jam kerja: Hindari jam ‘anyep’ seperti siang hari, dan manfaatkan momen permintaan yang masih ada di pagi atau sore hari ketika sebagian masyarakat mulai bergerak
Baca Juga: Awali HUT Ke-80 RI, Prabowo Pimpin Ziarah dan Renungan Suci di TMP Kalibata
3. Diversifikasi Layanan — Jangan Hanya Bergantung pada Penumpang
Saat order penumpang sepi, strategi paling efektif adalah beralih ke layanan lain seperti antar makanan (food delivery), pengiriman barang, atau layanan courier. Ini sering menjadi opsi penolong utama di masa krisis order penumpang Dengan cara ini peluang tetap terbuka, dan driver bisa tetap produktif di berbagai platform.
4. Perbaiki Akun & Optimalkan Performa
Akun yang performanya baik — dengan rating tinggi, riwayat cancel rendah, dan layanan konsisten — memiliki peluang lebih tinggi muncul di aplikasi. Jadi, menjaga kualitas layanan adalah investasi jangka panjang
5. Manfaatkan Waktu Luang — Istirahat Atau Tingkatkan Kemampuan
Jam sepi bukan berarti waktu terbuang. Driver bisa menggunakan waktu ini untuk:
-
Merawat kendaraan — cek kondisi rem, lampu, isi angin, hingga isi bensin
-
Belajar dan evaluasi — lihat kembali target harian, pelajari konten edukatif untuk meningkatkan layanan dan rating akun
6. Kolaborasi dengan Sesama Driver — Komunitas Adalah Penopang
Bergabung dengan komunitas driver membantu mendapatkan update lokasi ramai, rute alternatif, atau intel order tercepat. Keuntungan ada di saling berbagi informasi saat kesulitan atau kelelahan
7.Strategi Ojol Bertahan Curhat dari Lapangan: Suara Ojol di Tengah Krisis
Artikel penelitian (Majalah Sedane) menyoroti fenomena “ngalong”—strategi narik order di malam hari (20.30–06.00) ketika kompetisi lebih sedikit dan lalu lintas lebih lancar. Menariknya, kadang ada hubungan langsung dengan pelanggan offline karena tarif lebih fleksibel dan empati lebih tinggi
Salah seorang driver mengaku:
Tarif yang biasanya Rp10 ribu bisa jadi Rp15 ribu—sering dikasih tips kalau malam, mungkin karena customer-nya kasihan kali sama driver‑nya suka masang muka melas.”
— Rian, ojol Sukabumi
Ada juga praktik narik pelanggan tanpa aplikasi (offline) untuk menghindari potongan platform—dengan langganan tetap—meski risiko lebih besar. Ini mencerminkan kreativitas sekaligus tekanan sistem gig economy
8. Tabel Ringkasan Strategi Ojol Saat Order Sepi
| Tantangan | Strategi Bertahan / Solusi |
|---|---|
| Banyak driver, sedikit order | Pindah ke titik ramai, atur waktu kerja strategis |
| Orderan ride menurun | Alih ke layanan food/Kurir/pengiriman barang |
| Prioritas rendah akun | Jaga rating & performa, jangan sering cancel |
| Jam sepi, aktivitas rendah | Gunakan waktu untuk istirahat, belajar, dan merawat motor |
| Isolasi, kurang info | Gabung komunitas driver untuk intel lokasi dan sharing informasi cepat |
| Kompetisi ketat | Ngalong di malam hari, atau narik offline agar dapat tips dan tarif lebih fleksibel |
Penutup: Kreativitas dan Ketangguhan di Tengah Order Sepi
Bahkan, beberapa driver lebih memilih ngalong di malam hari atau merambah layanan di luar aplikasi untuk menjaga arus cuan tetap lancar.
