Wali Kota Respati Tinjau Banjir Solo, Lansia dan Disabilitas Jadi Prioritas Evakuasi
Gunung Sitoli News – Wali Kota Respati Tinjau Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Surakarta atau Solo akibat hujan deras sejak malam hingga dini hari mendorong pemerintah kota bergerak cepat. Wali Kota Respati Ardi turun langsung ke lokasi terdampak untuk memastikan keselamatan warga sekaligus mempercepat penanganan darurat.
Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan genangan di beberapa titik, terutama di kawasan Kecamatan Laweyan. Air yang merendam permukiman memaksa warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah kota bersama tim gabungan segera melakukan evakuasi dan mendirikan titik pengungsian sementara untuk menampung warga terdampak.
Dalam peninjauannya, Respati tidak hanya melihat kondisi lapangan,
tetapi juga memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Bantuan logistik seperti makanan siap saji, obat-obatan, pakaian, hingga perlengkapan tidur langsung disalurkan ke lokasi pengungsian. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kondisi kesehatan para korban di tengah situasi darurat.
Baca Juga: Dampak Gempa Flores Timur 354 Rumah Rusak 1.939 Warga Mengungsi
Yang menjadi perhatian utama dalam proses evakuasi adalah kelompok rentan.
Pemerintah secara tegas memprioritaskan lansia dan penyandang disabilitas untuk mendapatkan penanganan lebih cepat dan intensif. Hal ini dilakukan karena kelompok tersebut memiliki risiko lebih tinggi saat terjadi bencana, baik dari sisi mobilitas maupun kondisi kesehatan.
“Kami akan menyediakan bantuan makanan dan obat-obatan, terutama karena ada masyarakat berkebutuhan khusus seperti lansia dan disabilitas yang harus diprioritaskan,” ujar Respati saat berada di lokasi pengungsian.
Evakuasi kelompok rentan juga dilakukan dengan pendekatan khusus.
Dalam beberapa kasus, warga disabilitas harus dievakuasi menggunakan ambulans untuk memastikan keselamatan mereka. Situasi ini menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga ketepatan dalam mengidentifikasi kebutuhan tiap individu.
Selain fokus pada evakuasi, pemerintah kota juga menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dinas terkait untuk siaga penuh. Warga diimbau segera melapor jika terdampak banjir agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran.
Respati juga mengajak masyarakat dan berbagai elemen sosial untuk turut membantu penanganan bencana.
Solidaritas dinilai menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat seperti banjir, terutama ketika jumlah warga terdampak terus bertambah.
Dengan potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut, Pemerintah Kota Surakarta terus melakukan pendataan dan pemantauan di lapangan. Upaya mitigasi dan kesiapsiagaan pun diperkuat agar dampak banjir tidak semakin meluas.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penanganan bencana harus inklusif, dengan memastikan kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas tidak terabaikan. Di tengah kondisi darurat, keberpihakan terhadap mereka menjadi indikator penting keberhasilan respons kemanusiaan






