Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Nusa Penida, Pohon Intaran Tumbang Tutup Akses Jalan Utama
Gunung Sitoli News– Hujan Deras dan Angin Kencang yang mengguyur hampir seluruh wilayah Bali sejak Selasa pagi, (24/2/2026), disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon besar tumbang di kawasan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Insiden ini mengakibatkan lumpuhnya akses jalan warga selama lebih dari satu jam.
Peristiwa nahas tersebut terjadi di Jalan Tanjakan atau yang dikenal warga sebagai kawasan Pupuan, tepatnya di Desa Jungutbatu, Kecamatan Nusa Penida. Sebuah pohon intaran berdiameter besar roboh dan melintang di badan jalan, menutup total akses lalu lintas kedua arah sejak pukul 06.30 Wita.
Menindaklanjuti laporan warga, personel gabungan dari Polsubsektor Lembongan yang dipimpin oleh Ps. Kapolsubsektor Bripka I Ketut Astrawan, SH, langsung bergerak cepat menuju lokasi. Mereka berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klungkung serta masyarakat setempat untuk melakukan evakuasi.
“Kami utamakan keselamatan pengguna jalan. Proses pemotongan dan pembersihan pohon dilakukan secara manual dan gotong royong agar akses bisa segera pulih,” ujar Bripka Astrawan di sela-sela evakuasi.
Semangat gotong royong pun terlihat nyata. Warga sekitar dengan sigap membantu aparat memotong ranting dan membersihkan serpihan kayu yang berserakan. Berkat kerja sama yang solid tersebut, proses pembersihan berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari dua jam. Jalan utama yang sempat tertutup total resmi dapat dilalui kembali oleh kendaraan roda dua maupun roda empat pada pukul 08.00 Wita.
Baca Juga: Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS
Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya, SH, membenarkan kejadian tersebut. Ia memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, meskipun sempat terjadi kemacetan panjang.
“Alhamdulillah, tidak terdapat korban jiwa. Situasi di lokasi kini terpantau aman dan kondusif.
Ini adalah bentuk sinergi dan respons cepat kita semua, baik aparat maupun masyarakat, dalam menangani bencana,” tegas Kompol Kesuma Jaya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bali sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem pada hari yang sama. Wilayah Nusa Penida termasuk dalam daftar daerah yang berpotensi mengalami hujan disertai petir dan angin kencang. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang mengingat intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah Bali.
Satu Jam Terjebak di Balik Reruntuhan, Gotong Royong Kembali Selamatkan Nusa Penida dari Bencana
Pagi itu, langit Nusa Penida tak hanya gelap oleh awan mendung, tetapi juga oleh kepanikan. Selasa (24/2/2026), hujan deras dan angin kencang yang mengguncang hampir seluruh Bali, merobohkan sebuah pohon intaran raksasa di Jalan Tanjakan, Desa Jungutbatu. Bukan sekadar batang kayu tumbang, ia adalah raksasa yang merebahkan diri, memutus urat nadi transportasi warga dan mengisolasi sementara aktivitas di kawasan Pupuan.
Suara debuman keras sempat terdengar di sela derasnya hujan sekitar pukul 06.30 Wita. Warga yang hendak beraktivitas terpaksa mengerem kendaraan mereka. Jalan utama yang biasanya ramai oleh mobilitas warga menuju ladang atau dermaga, berubah menjadi sunyi dan tak dapat dilalui. Pohon intaran itu melintang sempurna, bagai gerbang raksasa yang tertutup rapat.
Namun, di balik musibah, denyut kemanusiaan di Nusa Penida kembali berdetak kencang. Tak butuh waktu lama, aparat kepolisian dari Polsubsektor Lembongan yang dipimpin Bripka I Ketut Astrawan langsung sigap meluncur ke lokasi. Mereka tak sendiri. BPBD Kabupaten Klungkung dan puluhan warga berbondong-bondong turun tangan, mengubah lokasi bencana menjadi medan gotong royong.
“Hujan masih gerimis, tapi kami tak bisa diam. Ini jalan satu-satunya, kalau tidak segera dibersihkan,
aktivitas kami semua lumpuh,” ujar seorang warga yang ikut menggotong ranting pohon.
Suara gergaji mesin berbaur dengan teriakan koordinasi warga. Ada yang memotong dahan, ada yang menarik ranting ke tepi, dan tak sedikit ibu-ibu yang ikut menyiapkan minuman hangat bagi para pekerja. Dalam heningnya pagi yang basah, semangat menyama braya (konsep persaudaraan di Bali) terpatri nyata.
Dalam waktu singkat, tepat pukul 08.00 Wita, akses yang semula tertutup total itu mulai terlihat. Satu per satu kendaraan roda dua mulai melintas pelan, disusul kendaraan roda empat. Senyum lega menghiasi wajah para pengguna jalan yang sempat tertahan.






