27 Kali Terbang Bareng Pesawat Epstein, Ini Pengakuan Bill Clinton
Gunung Sitoli News – 27 Kali Terbang Bareng Nama mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, kembali menjadi sorotan publik setelah laporan mengenai frekuensi penerbangannya bersama mendiang pengusaha kontroversial Jeffrey Epstein kembali mencuat. Disebut-sebut, Clinton tercatat melakukan perjalanan menggunakan pesawat pribadi Epstein hingga 27 kali dalam rentang beberapa tahun.
Pesawat tersebut, yang kerap dijuluki “Lolita Express” oleh media internasional, menjadi simbol kontroversi karena keterkaitannya dengan jaringan kejahatan seksual yang menyeret Epstein sebelum ia meninggal dunia pada 2019.
Dalam sejumlah pernyataan sebelumnya, Bill Clinton mengakui pernah beberapa kali menumpang pesawat Epstein, terutama dalam rangka perjalanan kemanusiaan dan kegiatan yayasan. Ia menegaskan bahwa semua perjalanan tersebut dilakukan untuk agenda resmi, termasuk kunjungan ke Afrika dan kegiatan filantropi yang melibatkan tokoh internasional.
Clinton Bantah Tahu Kejahatan Epstein
Clinton secara tegas membantah mengetahui atau terlibat dalam aktivitas ilegal yang dilakukan Epstein. Melalui juru bicaranya, ia menyatakan tidak pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein di Karibia dan tidak memiliki pengetahuan mengenai praktik kriminal yang kemudian terungkap.
“Presiden Clinton tidak mengetahui tindakan keji yang dilakukan Jeffrey Epstein dan tidak pernah berpartisipasi dalam aktivitas semacam itu,” demikian pernyataan resmi yang pernah disampaikan pihaknya.
Data penerbangan yang beredar menunjukkan Clinton melakukan sejumlah perjalanan antara awal 2000-an, beberapa di antaranya terkait kegiatan kemanusiaan bersama tokoh lain. Namun, jumlah pasti penerbangan kerap menjadi perdebatan, dengan berbagai sumber menyebut angka yang berbeda-beda.
Baca Juga: PSI Siap Tempur jika Nasdem Paksakan Parliamentary Threshold Naik Jadi 7 Persen
Sorotan Publik dan Dokumen Pengadilan
Kasus Epstein kembali ramai dibahas setelah sejumlah dokumen pengadilan dirilis ke publik dalam beberapa tahun terakhir. Dokumen tersebut memuat nama-nama tokoh ternama yang pernah memiliki relasi atau berinteraksi dengan Epstein, meski tidak semua pihak yang disebut terlibat dalam tindak pidana.
Bagi Clinton, sorotan ini menjadi ujian reputasi di tengah upayanya menjaga warisan politik sebagai presiden yang memimpin Amerika Serikat pada era 1990-an. Ia tetap menegaskan bahwa hubungan dengan Epstein sebatas perkenalan sosial dan kegiatan amal.
Dampak terhadap Citra Politik
Meski tidak ada dakwaan yang ditujukan kepada Clinton terkait kasus Epstein, isu ini terus menjadi bahan perbincangan publik dan media. Pengamat politik menilai, keterkaitan nama besar dengan figur kontroversial seperti Epstein sulit dihindari dari dampak reputasi, meski tidak terbukti secara hukum.
Kasus Epstein sendiri menjadi salah satu skandal besar di Amerika Serikat, menyeret berbagai nama dari kalangan elite politik, bisnis, hingga hiburan. Sementara itu, pengakuan Clinton soal penerbangan tersebut kembali memperlihatkan betapa luasnya jejaring sosial Epstein sebelum akhirnya terjerat hukum.






