Wapres Gibran Hadiri Peluncuran Buku 70 Tahun Yusril Ihza Mahendra, Tampilkan Jejak Perjalanan Politik dan Hukum
Gunung Sitoli News — Wapres Gibran Hadiri Peluncuran hadir dalam acara peluncuran buku bertajuk “70 Tahun Yusril Ihza Mahendra: Jejak Perjalanan Politik dan Hukum” yang digelar pada Jumat malam (6 Februari 2026) di Jakarta. Buku ini adalah sebuah penghormatan bagi perjalanan panjang Yusril Ihza Mahendra, tokoh yang telah mengukir prestasi luar biasa di dunia politik dan hukum Indonesia, yang kini menginjak usia 70 tahun. Dalam acara tersebut, Wapres Gibran menilai karya tersebut sebagai bukti komitmen Yusril dalam memperjuangkan demokrasi dan keadilan di Indonesia.
Acara peluncuran buku ini tidak hanya dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dari kalangan politisi dan akademisi, tetapi juga diwarnai dengan refleksi mendalam atas perjalanan hidup dan karya Yusril. Buku yang disusun oleh sejumlah kolega dekat Yusril ini menyoroti kontribusi signifikan yang telah diberikan oleh Yusril Ihza Mahendra baik dalam kapasitasnya sebagai seorang pengacara, politikus, maupun sebagai akademisi hukum di Indonesia.
Gibran Rakabuming Raka: Penghormatan untuk Tokoh Bangsa
Wapres Gibran dalam sambutannya mengungkapkan rasa hormatnya terhadap Yusril Ihza Mahendra yang telah menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah hukum dan politik Indonesia. Gibran menyebutkan bahwa buku ini adalah cara yang tepat untuk mengenang kontribusi besar Yusril dalam menciptakan perubahan positif di negara ini.
“Yusril Ihza Mahendra adalah sosok yang telah memberikan banyak pemikiran dan karya yang sangat berharga bagi bangsa ini. Saya bangga bisa hadir di sini dan menyaksikan peluncuran buku yang menceritakan tentang perjalanan hidup beliau yang penuh dedikasi. Beliau telah berperan penting dalam banyak aspek kehidupan berbangsa, baik sebagai pengacara, sebagai politikus, dan juga sebagai pemikir hukum,” ujar Gibran di hadapan tamu undangan.
Sebagai salah satu politisi muda yang sedang naik daun, Gibran juga menilai Yusril sebagai panutan dalam hal integritas dan keberanian dalam menyuarakan pendapat. “Kami, generasi muda, bisa banyak belajar dari prinsip-prinsip yang beliau pegang teguh dalam berpolitik dan berjuang untuk keadilan,” tambah Gibran.
Baca Juga: HUT ke-18 Gerindra Dasco Ingatkan Tantangan Berat Pertahankan Kemenangan
Yusril Ihza Mahendra: Perjalanan Panjang yang Menginspirasi
Yusril Ihza Mahendra, yang kini memasuki usia ke-70, memiliki perjalanan panjang yang penuh warna dalam dunia hukum dan politik Indonesia. Buku “70 Tahun Yusril Ihza Mahendra” mengungkapkan banyak sisi kehidupan pribadi dan profesional Yusril, termasuk peranannya sebagai pengacara yang banyak menangani kasus-kasus besar, seperti pembelaan terhadap hak-hak politik, hingga kontribusinya dalam merumuskan berbagai kebijakan hukum yang penting di Indonesia. Salah satu momen puncak dalam karirnya adalah ketika ia menjabat sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia pada beberapa periode pemerintahan yang berbeda.
Ia pernah menjabat sebagai anggota DPR dan juga menjadi salah satu kandidat calon presiden di Pemilu 2004. Kendati demikian, Yusril selalu berpegang pada prinsip-prinsip keadilan dan kebenaran dalam setiap langkah politiknya.
“Melalui buku ini, saya ingin berbagi kepada publik tentang perjalanan saya yang penuh dengan tantangan, dinamika, dan tentunya pembelajaran hidup. Saya berharap dapat memberikan inspirasi bagi generasi penerus untuk terus berjuang demi keadilan dan kemajuan bangsa ini,” ujar Yusril dalam kata sambutannya saat peluncuran buku.
Peran Yusril dalam Pembaruan Hukum Indonesia
Sebagai akademisi dan praktisi hukum, Yusril telah banyak memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan hukum di Indonesia. Ia mengajar di beberapa universitas terkemuka dan menulis banyak karya yang menjadi rujukan dalam bidang hukum di Indonesia.
Ini yang menjadikan Yusril bukan hanya sebagai seorang politisi, tetapi juga sebagai penjaga demokrasi dan hak-hak asasi manusia di Indonesia.
“Keberanian untuk mengkritisi dan memberikan alternatif solusi adalah bagian dari perjuangan saya untuk memperbaiki sistem hukum di negara ini. Saya percaya, dengan landasan hukum yang kuat, negara kita akan terus maju dan menjadi negara yang lebih adil bagi seluruh rakyatnya,” jelas Yusril.
Wapres Gibran Hadiri Peluncuran Buku Ini Sebagai Legasi dan Inspirasi
Para pengamat politik dan hukum pun memberikan apresiasi tinggi terhadap buku ini. “Buku ini sangat penting untuk memahami bagaimana seorang tokoh besar seperti Yusril Ihza Mahendra dapat menghadapi berbagai tekanan politik dan hukum dengan prinsip-prinsip yang kokoh. Bagi para politisi muda, buku ini bisa menjadi pedoman dalam menjalankan tugas dan peran mereka di masa depan,” kata Dr. Andi Wijaya, seorang pakar politik dari Universitas Indonesia.






